Fakhry dan Dewi. Terlihat indah kala memandang keselarasan hidup mereka.
Keindahan itu terpatut seperti kala dahulu, masa yang telah terlewati,zaman ketika hanya ada tangis dan tawa bahagia.
Mengingatkanku pada suatu kejadian lampau yang mampu menumbuhkan sebuah semangat dalam tetes air mata ini.
Aku dan Ibukulah yang kuingat. Kala itu semuanya terasa sangat menyenangkan indah tepat pada waktunya.
Ibu, kau tampatku bersandar disaat lelah. Pundakmu yang lebar itu menjadi tempat tujuan untukku bertumpu, meluruhkan seluruh keluh kesah, mimpi, impoan dan tentu cintaku.
Tatap matamu tak setajam matahari tapi sinarmu jauh lebih benderang dari apapun jua yang menghasilkan cahaya.
Dan lagi percayamu mampu membakar semangatku menemaniku hingga kini beranjak dewasa.
Tapi, semua itu hanya tinggal sebuah kenangan masa lalu yang telah terkubur begitu dalam sampai saat ini penglihatan akan sepasang Ibu dan anak itu tiba menghampiri duniaku kembali.
Yah begitulah hidupku. Selalu ada DE JAVU yang terus menyertainya baik nyata ataupun tidak, baik dari diriku ataupun melewati orang lain seperti ini.
Harapku pada kalian wahai fakhry dan Dewi. Jadilah anak dan Ibu yang sungguh sangat dapat membuat senyum bagi dunia ini.
Cukuplah aku yang merasakan kegundahan akibat hilangnya keseinbangan hidup kala terjadi sesuatu yang tak ingin siapapun mengalaminya, tapi, sungguh aku percaya itu adalah sebagian dari rahasia hidupku yang telah dibedakan oleh Sang Pembuat Takdir.
Sebuah simponi itu telah lama berlalu. Dan kini aku berharap semoga jalanmu wahai saudariku juga anakmu berjalan lurus sajalah namun tetap berakhir pada sebuah kebanggaan hidup.
Melalui cinta dan kasih tentunya. Hiduplah keseimbangan kehidupan, semoga semua tetap indah pada waktunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar